Yuks, Mulai Kenalkan Seni ke Anak Sejak Dini
Kepintaran / Intelligence Quotient (IQ) seseorag itu tidak bisa diukur dari tingkat Pendidikannya, bisa juga dilihat dari talenta yang ada dalam dirinya. Salah satunya
"SENI".Tapi sebenarnya Seni itu sendiri apa ?
"Seni itu imajinasi yang tidak terhingga karena kepintaran seseorang tidak bisa di nilai dari akademis saja. Terkadang dari berseni orang bisa dilihat tingkat kecerdasannya. Dan seni sendiri bisa dikenalkan ke anak sejak mereka dalam kandungan" - Esther Febriane Manurung.
"Karya yang dibuat untuk menjadi suatu hasil yang indah. Seni itu penting, supaya setiap orang bisa punya kemampuan untuk berkarya dan lebih bisa berkreasi.Dan sejak bayi sudah mengenalkan ke anak musik, menyanyikan lagu. Biarpun suara pas-pasan, tapi itu salah satu cara mengenalkan musik ke anak" - Yuliana Subiyanti.
"Seni adalah karya / keahlian. Dengan seni bisa membuat hasil karya menjadi layak, cantik, indah, lebih berharga dan lebih dihargai. Seni juga bisa membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih pintar. Dan seni bisa diperkenalkan ke anak sedini mungkin" - Eva Sihombing.
"Hidup tidak ada seni lebih baik mati. Seni itu banyak seperti, musik, lukis, sosial dan masih banyak lainnya. Manusia tidak punya jiwa seni berarti dia gila, hidupnya tidak ada irama. Dari orang suka warna baju saja berarti dia punya jiwa seni. Orang suka mendengar musik berarti dia punya jiwa seni. Makanya sedini mungkin, seni dikenalkan kepada anak-anak agar mereka mempunyai irama" - Fajar Muharam.
"Seni merupakan sesuatu yg adanya unsur keindahan.Dengan seni, kita dapat menciptakan sesuatu hasil / karya yang indah" - Frans Silalahi.
Seni itu sendiri berbagai macam "Seni Musik, Seni Rupa, Seni Tari, Seni Theater, Seni Drama dan masih banyak lagi.
Makanya selain memberikan Pendidikan formal, orangtua juga harus memperkenalkan "SENI" ke anak-anak dengan cara memberikan mereka kursus / Les Privat.
Seni bisa jadi modal buat mereka, jika mereka "kurang" dalam menerima Pendidikan Formal, seni bisa jadi modal untuk mendapatkan materi.
Hadassha Nauli, salah satu anak berumur 5 tahun yang sudah dikenalkan seni sejak dalam kandungan. Dan ketika dia berumur 4 tahun, orangtuanya memberikan les Piano dan Ballet.
Lalu bagaimana jika anak terkadang tidak mau kursus / les ? Jangan dipaksa jika si anak tidak mau kursus / les. Kita sebagai orangtua tidak boleh juga memaksaan. Justru itu akan membuat si anak tidak menyukai kursus / les tersebut
Tapi sebenarnya, kapan waktu yang tepat memperkenalkan "SENI" kepada anak-anak ?
Para Ahli Kandungan mengatakan sejak dalam kandungan, dengan mendengarkan musik. Dan benar, akan ada interaksi dari bayi dalam kandungan. Mereka akan bergerak, kalau tidak percaya coba tanyakan ke orangtua kita apa benar tidaknya.
Dan ketika mereka sudah mengenal suara, kita bisa kenalkan dengan musik atau memberi tontonan anak-anak.
Begitu mereka sudah bisa memegang pulpen / pensil warna dan mencoret-coret dibuku atau pun di tembok. Itu sebenarnya mereka sedang berkreasi sesuai imajinasi mereka. Tangan mereka sedang menggambarkan sesuatu. Tetapi karena kemampuan mereka belum terlalu mahir, jadi mereka hanya bisa mencoret berupa garis atau lingkaran yang banyak.
Kalau seperti itu. Jangan dimarahi atau memukul tangan mereka. Biar saja buku atau tembok kotor akan coretan mereka, biarkan mereka berkreasi sesuai imajinasi mereka. Siapa tahu mereka jadi pelukis nantinya.
Nah, orangtua juga harus bisa melihat talenta yang dimiliki anak. Misalnya anak-anak menyukai musik, bisa dikembangkan dengan cara memberikan kursus / les privat. Kalau mereka suka melukis, bisa dimasun kelas melukis. Jangan sampai talenta yang anak punya tidak dikembangkan.
Sebenarnya "SENI" itu bisa mengembangkan sistem otot, kerangka, dan saraf. Terutama untuk anak-anak yang mempunyai keterbatasan seperti difabel / disabiltas dan Autisme. Mereka bisa berprestasi dalam dunia "SENI", sebut saja Mozart, Komposisi Dunia Musik Klasik.
Dan kalau dari Indonesia, banyak pelukis dengan tubuh yang kurang sempurna, bisa menghasilkan karya yang indah seperti Patricia Saerang, Trimah , masih banyak pelukis lainnya.
Jadi jangan anggap sebelah mata orang-orang yang berkecimpung di dunia "SENI", mereka itu bisa menghasilkan materi juga. Bukan itu saja, mereka bisa terkenal dengan karya-karyanya jika ditekuni dan didukung orang-orang sekitarnya.
Yuks, mulai kenalkan "SENI" ke anak-anak, tapi ingat "JANGAN DIPAKSA" jika mereka tidak suka. Lihat dahulu, talenta mereka dimana. Kalau dipaksa, nanti akan membuat anak stress. Itu justru tidak bagus untuk perkembangan otak maupun fisiknya.
Semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar